JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, prof.dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D, secara resmi meresmikan Kafe Jamu Acaraki yang dikelola oleh PT Acaraki Nusantara Persada di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta. Kehadiran kafe ini menjadi simbol transformasi jamu dari minuman tradisional menjadi gaya hidup urban yang modern dan berstandar internasional.

Dalam sambutannya, prof.dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D menegaskan bahwa jamu bukan hanya soal nostalgia, melainkan kekayaan biodiversitas dan potensi ekonomi kreatif yang besar. Indonesia tercatat memiliki sekitar 30.000 spesies tanaman herbal dan 18.000 jenis jamu, sebuah modal alam luar biasa untuk menembus pasar kesehatan internasional.
Modernisasi Tanpa Menanggalkan Akar
Kepala BPOM RI, prof.dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D mengapresiasi konsep Jamu Experience Cafe yang diusung Acaraki karena mampu mengemas filosofi tradisional seperti jampi (doa) dan oesodo (kesehatan) ke dalam ruang estetis yang relevan bagi generasi muda.
“Inovasi berbasis bahan alam hanya akan bermakna jika tetap mengedepankan keamanan dan mutu. Kepercayaan publik dibangun dari kepastian standar, bukan semata klaim,” ujar Taruna Ikrar.

Sebagai bentuk adaptasi terhadap mobilitas tinggi masyarakat urban, Acaraki juga memperkenalkan inovasi terbaru berupa Jamu Capsule dengan tiga varian: Turmeric, Shades of Gold, dan All About Ginger. Jony Yuwono, selaku Founder & Director Acaraki, menyatakan bahwa langkah ini bertujuan mendekatkan kembali jamu ke keseharian masyarakat modern tanpa menggantikan tradisi seduh yang sudah ada.
Arsitek Transformasi melalui Konsep ABG
Kepala BPOM RI, prof. dr.Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D kini dikenal sebagai figur utama di balik transformasi sistemik jamu nasional melalui penerapan strategi kolaborasi ABG (Akademik, Bisnis, dan Pemerintah BPOM) yang melibatkan unsur akademik, bisnis, dan pemerintah demi memastikan hilirisasi riset berjalan secara maksimal. Dalam kerangka kolaborasi ini, akademisi berperan penting untuk mendorong hasil riset dari bangku kampus agar dapat masuk ke tahap produksi massal, sementara sektor bisnis diberikan ruang seluas-luasnya untuk berinovasi secara bertanggung jawab dalam mengembangkan produk. Di sisi lain, pemerintah melalui BPOM hadir untuk menjamin perlindungan publik, menjaga standar mutu yang ketat, serta memberikan kepastian izin edar bagi setiap produk yang dihasilkan.
Komitmen Keamanan dan Integrasi Kesehatan Nasional
Selain mendorong inovasi, Kepala BPOM tetap bersikap tegas terhadap peredaran jamu ilegal atau produk yang mengandung bahan kimia berbahaya. Pengawasan ketat dilakukan agar produk Indonesia siap bersaing di kancah global sebagaimana suksesnya pengobatan tradisional di China dan India.

“Indonesia bisa belajar mengintegrasikan pengobatan tradisional ke dalam sistem kesehatan modern tanpa mengorbankan aspek keamanan dan efektivitas,” tambahnya.
Peresmian Cafe Jamu di PIK 2 ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru di mana jamu tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi duta budaya dan solusi kesehatan global masa depan yang lahir dari warisan leluhur Nusantara.