Business Matchmaking GP Jamu – GS Pharm: Sinergi Jamu Indonesia dan Vietnam

Gp Jamu – Jamu bukan sekadar minuman tradisional, melainkan sistem pengobatan holistik yang telah teruji secara klinis. Terutama saat menjadi penyokong kesehatan masyarakat selama pandemi Covid-19. Dengan status Jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO sejak 2023, industri Jamu Indonesia kini telah mengadopsi standar global dan siap memperluas jejak ekspornya ke berbagai negara, termasuk Vietnam.

Demikian yang disampaikan Ketua Umum GP Jamu, Bapak Jony Yuwono, saat menerima delegasi Vietnam di dalam sebuah pertemuan Business Matchmaking antara GP Jamu dengan GS Pharm Vietnam. Delegasi Vietnam dipimpin oleh Mr. Pham The Cuong selaku Commercial Counsellor Kedutaan Besar Vietnam untuk Indonesia, serta jajaran direksi GS Pharm. Acara berlangsung di Gedung Landmark, Pluit Jakarta Utara (9/1/25).

Sebuah langkah strategis yang diambil GP Jamu untuk membawa warisan pengobatan tradisional Indonesia ke panggung internasional. Dalam diskusi antara GP Jamu dengan delegasi Vietnam di pertemuan tersebut terungkap beberapa poin penting yang menguntungkan kedua belah pihak. Salah satunya adalah kebijakan pajak ekspor-impor sebesar 0% berkat kerja sama bilateral kedua negara.

Selain itu, sertifikasi BPOM dan GMP Indonesia sudah cukup kuat untuk memenuhi persyaratan ekspor ke Vietnam. Meski proses perizinan di Vietnam memakan waktu 3 hingga 4 bulan, pihak Vietnam memberikan kemudahan terkait sertifikasi halal yang meski bukan syarat wajib, tetap diterima dengan baik di pasar mereka.

Apalagi potensi pasar jamu di Vietnam terbilang besar. Hal tersebut diungkapkan oleh Mr. Pham The Cuong. Beliau mengatakan produk Indonesia memiliki potensi besar di pasar Vietnam karena sudah dikenal luas oleh masyarakat Vietnam. Kedutaan Vietnam melalui GS Pharm mendukung penuh ekspor produk Indonesia ke Vietnam dan berharap produk Vietnam juga dapat diimpor ke Indonesia. Vietnam sangat terbuka terhadap kerja sama antara kedua negara dan berharap dapat membuka pasar di Indonesia dan Vietnam dengan produk-produk berkualitas tinggi.

Sebagai distributor eksklusif, GONSA (afiliasi GS Pharm) yang diwakili oleh Mrs. Nguyen Thi Ngoc Thu, menyambut hangat peluang kerja sama tersebut. Mrs. Nguyen Thi Ngoc Thu menjelaskan peran mereka sebagai jembatan bagi produk obat-obatan, alat kesehatan, hingga kosmetik untuk masuk ke pasar Vietnam melalui fasilitas empat pabrik besar yang mereka miliki.

Pertemuan semakin menarik dengan adanya sesi presentasi yang menjadi ajang unjuk gigi bagi perusahaan-perusahaan besar anggota GP Jamu, seperti PT Sinde Budi Sentosa, PT Dami Sariwana, PT Mustika Ratu, CV Bin Dawood, hingga PT Konimex. Masing-masing perusahaan memamerkan keunggulan produk mereka di hadapan delegasi Vietnam, membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dalam hal distribusi dan manufaktur.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk melakukan kunjungan balasan ke pabrik-pabrik di bawah naungan GP Jamu. Langkah ini diharapkan tidak hanya sekadar transaksi dagang. Melainkan menjadi kemitraan jangka panjang untuk saling bertukar informasi penyuplai (supplier) dan memperluas jangkauan produk berkualitas tinggi dari Indonesia ke Vietnam, maupun sebaliknya.

Post Terkait