GP JAMU – Masih dalam rangkaian kunjungan Delegasi Republik Senegal, Jony Yuwono mengajak rombongan Delegasi Senegal mengunjungi acaraki. Sebuah kafe jamu kekinian yang berada tidak jauh dari lokasi pertemuan.

Dalam kesempatan tersebut, Jony Yuwono menjelaskan kekayaan hayati bahan alam berkhasiat obat di Indonesia. Dari satu jenis bahan saja, memiliki kandungan, rasa serta bentuk dan sifat yang berbeda antardaerah tumbuh. Ada beberapa ragam simplisia kunyit yang dimiliki acaraki. Masing-masingnya dengan keunikan yang berbeda sesuai daerah tumbuh namun secara umum masih memiliki khasiat kunyit.

Suasana bahagia nampak menghiasi wajah Delegasi Senegal saat melihat atraksi penyajian jamu dari barista acaraki Haris. Ada 3 jenis sajian bahan jamu yang diperagakan dalam sesi ini:
1. Kunyit, dari mulai yang tanpa rasa sampai menjadi Golden Sparkling
2. Kelor, dari olahan daun kering kelor dengan aroma khasnya sampai menjadi Matcha Kelor
3. Jahe, dari perkenalan beberapa jenis jahe kering sampai menjadi sajian produk ‘Zaman Batu’

Jony Yuwono menjelaskan bahwa walaupun dengan kondisi alam dan iklim yang berbeda, pengobatan tradisional di Senegal serupa dengan Indonesia. Di mana para pengobat tradisional memanfaatkan pengalaman empiris turun temurun untuk meracik ramuan menggunakan bahan-bahan herbal di sekitar mereka.
Walau ada sedikit perbedaan dalam standarisasi dan kategorisasi produk obat bahan alam, perwakilan Senegal mengakui potensi kerja sama riset bersama Indonesia.
Kegiatan jamuan ini dilanjutkan dengan diskusi dan makan siang untuk selanjutnya bersiap untuk kunjungan ke fasilitas produksi Jamu (Obat Bahan Alam) di PT Dami Sariwana.